Ini Tips dan Cara Ampuh Merahasiakan Status Jomblo


Hi gan, apa kabar nih? Semoga sehat dan baik selalu, ya..

Sebelumnya ane ucapin makasih buat agan yang udah berkunjung, komen, dan rate5. Sedangkan untuk cendol, ane sama sekali nggak ngarepin apalagi kalau harus tukar menukar kayak zaman belum ada duit. Begitu juga dengan bata, mohon kebijaksanaan agan untuk tidak melempar bata seenaknya. Kalo nggak suka dan ngerasa sampah, langsung ajah close!

Dalam tret ini, ane mau bahas tentang kiat-kiat untuk merahasiakan status jomblo agan.

Sebagaimana kita tahu, jomblo itu kadang dianggap makhluk paling nista sedunia. Kenapa ane bilang gitu, gan? Soalnya si jomblo ini bakal jadi bahan bullyan di manapun mereka berada. Lantas apa ajah sih bentuk penghinaan terhadap jomblo? Dan sebenarnya apa definisi jomblo sesungguhnya? Lalu apa kiat untuk merahasiakannya? Berikut ulasannya:




Jomblo = Bullying



Sudah menjadi tradisi masyarakat untuk mengintimidasi jomblo dengan berbagai pertanyaan yang mengarah pada tindakan penjatuhan harga diri. Biasanya, pelecehan yang paling sering dilakukan oleh orang adalah dengan candaan yang merendahkan, ah elah, hari gini masih jomblo? Perlu gw lelang apa lu? Sini gw daftarin lu di website biro jodoh!

Mungkin kelihatannya sepele nggak pake r kalimat ejekan di atas. Meski niatnya untuk mencandai orang, tapi tetap saja bisa melukai perasaan.

Belum lagi label maho. Biasanya orang yang demen sendiri akan dianggap sebagai maho karena nggak ada usaha untuk mencari pasangan padahal usia sudah sangat matang.




Definisi?!



Berangkat dari berbagai penghinaan yang ditujukan buat si jomblo, muncul sebuah pertanyaan, apa sih arti jomblo sesungguhnya?

Ane tantang agan untuk menjabarkan definisi jombo di sini! Jawaban terbaik bakalan dipajang di pejwan

Sebagai ilustrasi, ane mau nyeritain sedikit tentang temen chat ane yang berasal dari negeri kincir, tapi hidup dan bekerja di Selandia Baru. Saat ane menanyakan ke dia terkait rencana masa depan kayak pacar dan pernikahan, doi jawab begini:

Mengapa saya harus memikirkan hal yang sama sekali nggak menyenangkan? Saya sangat menikmati keadaan saya sekarang. Jadi, saya akan terus menjalani keadaan seperti ini.

Tentu pandangan orang Barat berbeda dengan orang Timur yang lebih berbudaya, kan, gan? Tapi, ane tetap saja heran dengan definisi jomblo jika kasusnya seperti temen chat ane itu. Masihkah ia disebut jomblo? Dia penganut seks bebas. Kapanpun dia mau, ya, dia lakukan sama gadis manapun tanpa ikatan. Apakah dia termasuk jomblo?




Cari TTM!



Okeh, sekarang kita masuk ke cara pertama untuk merahasiakan status jomblo agan. Cara ini terbukti efektif karena ane sudah praktekkan sendiri dalam kehidupan nyata.

Apa itu, gan? Yup, cari TTM.

TTM alias teman tapi mesra ini akan sangat berguna untuk memanipulasi status jomblo agan. Ane punya satu orang TTM yang banyak menghabiskan waktu ama ane. Trepeling bareng, kondangan bareng, nonton bareng, dll. Tapi kalo tidur ama mandi sih nggak bareng kok, gan. Sumpah!

Dengan intensitas yang sedemikian sering nte jalan bareng TTM, maka status jomblo agan nggak akan tampak di permukaan. Bahkan saat TTM ane kagak muncul ajah ane yang ditanyain




LDR



Kalau cara pertama nggak bisa membantu karena sudah banyak yang tahu, maka agan bisa pake cara LDR untuk menyiasatinya. Hal ini juga berdasarkan pengalaman ane, gan

Suatu malam, ane dapet teror pertanyaan seputar hubungan. Karena merasa terdesak, ane bilang ajah cewek ane tinggal di Bandung. Hasilnya temen ane percaya. Hal itu berlangsung cukup lama sampai akhirnya terbongkar juga. Sebenernya sih ane sendiri yang membeberkan kebohongan itu, gan. Abisnya ane kagak enak terlalu lama bersandiwara




Komitmen Palsu




Jika cara LDR tidak bekerja dengan baik pada agan, maka agan bisa menggunakan cara ketiga dengan cara membuat komitmen palsu dengan seorang cewek yang mungkin bernasib sama (dikatain karena status jomblo).

Jadi, agan dan si cewek sama-sama berkomitmen seolah-olah agan dan dia pacaran. Padahal sih cuma buat seru-seruan. Dijamin adrenalin bakal terpacu. Berasa bekstrit gitu.




Status Mesra



Cara terakhir adalah dengan seringnya memasang status mesra di berbagai media sosial dan aplikasichatting. Dengan demikian, orang-orang akan berpikir kalau agan sedang menjalin hubungan spesial dengan seseorang.

Trus gimana kalo teman agan minta dikenalin?

Gampang, gan! Bilang ajah kalo cewek agan nggak suka bersosialisasi macam vampire penghisap darah. Doi nggak suka kalo hubungannya terekspos di media




Sekian dulu tret dari ane. Semoga cara-cara di atas cocok dan dapat membantu agan yang masih jomblo.

Ane minta maaf kalau ada kata yang kurang berkenan di hati agan. Ane nggak bosen-bosennya bilang kalo ane cuma manusia biasa, bukan Tuhan yang Maha Sempurna.

20 Tulisan Tertawa Saat Chatting dari Berbagai Negara

via 

Wajib Baca, Inilah 8 Alasan Kamu Harus Berhenti Dari Kerja Lembur


Pengusaha sangat identik dengan pekerja keras. Kadang bakal melakukan pekerjaan yang sampai over time atau lembur. Apalagi buat pengusaha yang baru saja memulai bisnis. Pasti bakal abis-abisan lembur biar bisnisnya segera mapan. Itu hal yang lumrah. Tapi jangan sampai hal ini dilakukan terus menerus.



Kamu mungkin berpikir bakal mendapatkan lebih banyak dengan bekerja lebih lama, namun pada kenyataannya hal ini bisa membuatmu kurang produktif, baik dalam jangka pendek dan panjang.



Sangat tidak disarankan untuk kamu terlalu banyak lembur kerja. Kenapa?



1. Lembur Bukannya Menambah Produktifitas, Tapi Malah Menurunkan Produktifitas.


Jam kerja yang terlalu panjang akan menjadi masalah. Jika kamu secara terus menerus bekerja, selama berjam-jam, fisik kamu pasti akan drop. Selama kamu dalam kondisi drop ini, produktivitasmu pasti akan menurun. Setelah itu kamu harus menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga untuk mengejar ketinggalan.

Jam kerja seharusnya diatur dengan seimbang, atara waktunya kerja dan istirahat. Jangan sampai kamu mengalami kelelahan berlebihan.



2. Jam Kerja Yang Berlebihan Akan Meningkatan Kelelahan.



Saat kamu bekerja di waktu normal saja pasti sudah merasa kelelahan, apalagi kalo ditambah lembur, pasti kamu akan mengalami kelelahan yang lebih dahsyat.

Gejala kelelahan dari jam kerja yang terlalu panjang ini antara lain kantuk, kelelahan, konsentrasi yang buruk, mudah marah dan peningkatan kerentanan terhadap penyakit.

Tentu jika sudah seperti itu akan sangat mengganggu produktivitas pekerjaan. Kalo sudah muncul gejala-gejala seperti itu, dan memaksakan tetap lembur bisa-bisa kamu akan semakin lelah, jatuh sakit, dan pekerjaanmu bakal bisa terbengkalai.



3. Lemburan Akan Mengurangi Fokusmu.


Saat kelelahan sudah mencapai titik tertingginya, seseorang tidak akan bisa fokus dalam segala hal. Hal ini sangat berbahaya buat keselamatanmu. Apalagi jika kamu adalah seorang pengendara kendaraan bermotor. Saat kamu sudah lelah, pulang kerja, kamu pasti tidak akan fokus berkendara, saat itulah keselamatanmu terancam. Resiko kecelakaan dijalan akan semakin tinggi.



4. Terlalu Banyak Bekerja Akan Membuat Kehidupan Sosial Terabaikan.

Pengusaha tetaplah manusia, dia harus hidup dalam lingkungan sosialnya. Jika terlalu banyak bekerja, otomatis akan semakin sedikit waktu untuk bergaul bersama orang-orang terdekat. Kehidupan sosial mu sudah dijamin tidak sehat.

Lembur yang berlebihan juga akan mengurangi kualitas hidupmu. Kamu tidak akan merasa nyaman dengan hidupmu karena terlalu sibuk memikirkan pekerjaan. Kualitas kebersamaan dengan keluargamu juga akan berkurang. Ingat kamu memiliki tanggung jawab diluar tanggung jawab memenuhi kebutuhan finansial, keluargamu juga butuh waktu bersama denganmu. Berhenti bekerja berjam-jam, kamu berhak mendapatkan kehidupan di luar pekerjaan.



5. Semakin Banyak Jam Lembur, Semakin Stres Hidup.



Kemungkinannya ketika kamu terlalu banyak bekerja hingga lembur berlebihan, kamu tidak hanya mengorbankan keluarga dan teman-teman dekat, tetapi juga pola makan, olahraga dan bahkan kewarasanmu.

Semakin kamu mencoba untuk membuktikan bahwa kamu adalah pengusaha yang produktif dan akan segera menjadi orang sukses, semakin kamu dilupakan oleh anak-anak, pasangan dan keluarga. Saat itulah beban pikiranmu akan semakin bertambah, siap-siap saja stress akan melanda.



6. Terlalu Kelelahan Di Bekerja Bisa Meningkatkan Resiko Kerusakan Organ-Organ Tubuh.

Resiko kesehatan tentu saja akan meningkat sejalan dengan jam kerja yang berlebihan. Organ-organ penting dalam tubuh bisa terpengaruh dengan itensitas pekerjaan yang terus menerus tanpa henti ini.

Beberapa organ yang bisa diserang adalah otot, jantung dan otak. Untuk otot kamu akan beresiko mengalami gangguan muskuloskeletal (MSDS) yang merusak otot tubuh, sendi, ligamen, tendon dan saraf.

Resiko serangan jantung juga akan meningkat. Menurut laporan oleh The University College London. Risiko penyakit jantung bisa meningkat tajam sebesar 67% untuk orang-orang yang bekerja berjam-jam dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan standar 7-8 jam sehari. Meskipun sejumlah faktor yang mendasari seperti tekanan darah tinggi dapat membuat perbedaan, tapi tetap saja jam kerja yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan jantungmu.

Kerusakan otak juga mengancamu jika terlalu banyak lembur dan menghabiskan waktu untuk bekerja. Kelelahan berlebihan bisa mengganggu fungsi otakmu. Bisanya kamu akan lebih susah mengingat sesuatu, atau memberikan jeda untuk berpikir.

Maka dari itu hindari jam kerja yang berlebihan. Berikan waktu untuk tubuhmu bisa pulih.



7. Hati-Hati, Terlau Banyak Lembur Meningkatkan Bahaya Ergonomis.



Ergonomi bisa dibilang sebagai cabang ilmu khusus mempelajari keterbatasan dan kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan teknologi dan produk-produk buatan manusia itu sendiri.

Bahaya ergonomi muncul tergantung di mana kamu bekerja.

Jam kerja yang berlebihan akan semakin mengekspos bahaya ergonomis serius seperti bahan kimia, radiasi, getaran, kebisingan, dan suhu ekstrim.

Jadi semakin lama kamu ditempat kerja, semakin banyak kamu bertemu bahaya ergonomi ini. Bahaya ergonomi ini memiliki implikasi kesehatan yang serius, makanya sangat disarankan untuk kamu bisa mengurangi jam kerja atau tidak terlalu banyak lembur.



8. Terlalu Banyak Lembur Semakin Beresiko Obesitas. Bukan Hanya Resiko Kesehatan, Risiko Penurunan Kualitas Penampilan Juga Terjadi.


Pola makan yang tidak sehat akan menimbulkan penggemukan. Bayangkan seorang yang terlalu gila kerja, dan selalu lembur. Bukan hanya pola makan yang tidak sehat, makanan yang dia makan juga kebanyakan adalah makanan yang tidak sehat. Akan lebih banyak memakan junk food.

Hati-hati obesitas mengancammu. Saat udah obesitas, tubuhmu akan semakin mudah beresiko terserang penyakit. Selain itu penampilanmu juga akan semakin tidak nyaman dipandang.


Intinya jam kerja yang berlebihan sangat tidak baik untuk kita. Hindari menggunakan waktu secara berlebihan untuk bekerja. Pengelolaan waktu sangatlah penting dalam pekerjaan. Jadikan hidupmu lebih maksimal dengan menggunakan jam kerja normal untuk mengerjakan pekerjaanmu.



Selamat bekerja!
7 Cara Untuk Meningkatkan Kemampuan Otak

via

Sedih, 5 Curhatan Anak Rantau Ini Mungkin Kamu Rasakan


Anak rantau. Beberapa di antara kita, ada yang terpaksa musti menjalani hidup di perantauan. Entah itu untuk sekolah, kuliah ataupun bekerja. Menjadi anak rantau itu sebenarnya susah-susah gampang, ada sukanya tapi ada juga dukanya. Rindu kampung halaman itu sudah pasti. Segala rintangan juga sudah pasti sering datang menghampiri. Dan cerita ini, mungkin pernah kamu alami saat jadi anak rantau



1. Sering Minder Karena Tidak Paham Obrolan Teman 
 Ini dia, yang sering jadi curhatan anak rantau. Mereka kesulitan untuk memahami bahasa daerah setempat, apalagi kalau masyarakat sekitarnya juga tidak terlalu paham bahasa Indonesia. Saat sedang berkumpul, teman-temanmu akan asyik dengan bahasa mereka sendiri. Kamu yang nggak mengerti dengan apa yang dibicarakan, ujung-ujungnya cuma ikut-ikutan tertawa walau sebenarnya nggak tahu apa-apa. Tak jarang, temanmu juga ngeledekin kamu dengan bahasa mereka yang artinya nggak kamu pahami. Kamu pun akhirnya minder dan menjauh dari pergaulan.

 2. Harus Pintar Beradaptasi Dengan Cara Saling Menghormati


Setiap daerah, tentu punya budaya masing-masing. Kamu musti bisa beradaptasi dengan hal itu, jika mau diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar. Tapi bukan berarti semua budaya yang berlaku harus kamu ikuti. Karena memang, beberapa budaya setempat bertentangan dengan prinsip dan keyakinanmu, tapi sesungguhnya kamu punya hak untuk tidak mengikutinya. Yang penting harus tetap saling menghormati dan jangan menyinggung masyarakat yang menerapkan budaya tersebut.



3. Rindu Masakan Ibu yang Memang Tidak Tergantikan


Beradaptasi nggak hanya dengan budaya setempat, tapi juga dengan makanannya. Setiap daerah kan pasti punya citarasa kuliner sendiri. Jadi, rasa makanan yang ada di daerah perantauanmu sekarang, mungkin bisa berbeda dengan kuliner di daerah asalmu. Pertama-tama, mungkin makanan tersebut akan terasa asing di lidahmu. Ujung-ujungnya, kamu rindu dengan makanan daerah asalmu, apalagi masakan ibu. Tetapi, lambat laun kamu akan terbiasa dengan citarasa kuliner setempat kok!



4. Hidup Serba Hemat, Menu Andalan Anak Rantau 

Yah, namanya juga merantau pasti bakal jauh dari orang tua. Nah, itu yang memaksa kamu untuk bisa hidup serba seadanya dan serba hemat. Akan sedikit sulit untuk bersenang-senang seperti teman lainnya yang hidupnya penuh dengan kemewahan. Kamu bakal terbiasa merapel sarapan dengan makan siangmu, menunya pun sangat sederhana. Bahkan buat mengerjakan tugas aja, kamu musti rela menghabiskan waktu seharian di kampus demi mendapatkan internet gratis.Daripada beli kuota internet yang harganya cukup menguras kantong. Benar nggak??



5. Tahan Banting, Mampu Bertahan Dalam Kerasnya Kehidupan

Meski sulit dan terkadang iri dengan teman-temanmu yang tidak hidup merantau, kamu justru akan menjadi orang yang lebih kuat dan tangguh. Kamu bisa belajar lebih banyak akan manis, asam dan pahitnya kehidupan ini. Bonus tuh buat kamu kalau bertemu dengan teman yang daerah asalnya sama. Selain untuk mengobati kerinduan akan kampung halaman, kalian berdua bisa saling menguatkan satu sama lain untuk tetap bertahan di daerah yang terkadang nggak bersahabat dengan kamu ini.



Untuk menjadi anak rantau, kamu memang dituntut untuk selalu kuat dan mandiri, biar nanti kamu bisa bertahan di kehidupan yang keras ini. Kamu termasuk anak perantauan juga nggak nih? Nomor berapa yang paling sering kamu rasakan? 20 Tulisan Tertawa Saat Chatting dari Berbagai Negaravia